Wednesday, 10 December 2014

PROSEDUR PENGELUARAN BARANG DARI GUDANG BERIKAT

TATA CARA PENGELUARAN BARANG DARI GUDANG BERIKAT
KE KAWASAN BERIKAT/ TOKO BEBAS BEA (TBB)/ GUDANG BERIKAT LAIN

Pengeluaran barang dari Gudang Berikat ke Kawasan Berikat/ Toko Bebas Bea/ Gudang Berikat lain, dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
1)    Pengusaha Gudang Berikat atau PDGB atau kuasanya mengajukan dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya yang telah diisi secara lengkap dan benar kepada Pejabat Bea dan Cukai di Gudang Berikat dengan dilampiri dokumen pelengkap lainnya.
2)    Pejabat Bea dan Cukai di Gudang Berikat menerima dan memberi nomor pendaftaran, tanggal dan stempel jabatan pada dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya.
3)    Petugas Bea dan Cukai setelah selesai melakukan pengawasan stuffing dan penyegelan pada petikemas/kemasan atau sarana pengangkut, mencatat nomor dan jenis segel pada dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya dan selanjutnya menyerahkan kembali dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya kepada Pejabat Bea dan Cukai di Gudang Berikat.
4)    Pejabat Bea dan Cukai di Gudang Berikat meneliti hasil tersebut butir (3), dan memberikan persetujuan keluar pada dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya, kemudian menyerahkan dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya kepada Pengusaha Gudang Berikat dan/atau Pengusaha di Gudang Berikat atau kuasanya, untuk pengeluaran barang.
5)    Petugas  Bea  dan  Cukai  di  pintu  keluar  Gudang Berikat  mengadakan  pencocokan  terhadap petikemas/kemasan atau sarana pengangkut serta keutuhan segel. Selanjutnya membubuhkan cap “SELESAI KELUAR” dan mencantumkan nama, tanda tangan, tanggal dan jam pengeluaran pada dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya.



TATA CARA PENGELUARAN BARANG DARI GUDANG BERIKAT KE KAWASAN BEBAS
Pengeluaran barang dari Gudang Berikat ke Kawasan Bebas dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
1)   Pengusaha Gudang Berikat atau PDGB mengajukan dokumen pemberitahuan
impor barang dari Tempat Penimbunan Berikat kepada Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat.
2)   Pejabat Bea dan Cukai di Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat melakukan pemeriksaan pabean terhadap dokumen pemberitahuan tersebut butir (1) sesuai peraturan perundangan dan menerbitkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) dalam hal pemeriksaan kedapatan sesuai.
3)    Terhadap pengeluaran barang dari Gudang Berikat ke Kawasan Bebas dilakukan penyegelan.
4)    Pengusaha Gudang Berikat atau PDGB atau kuasanya mengajukan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) kepada Petugas Bea dan Cukai di pintu keluar Gudang Berikat.
5)    Dalam rangka pemasukan barang ke Kawasan Bebas, Pengusaha di Kawasan Bebas mengajukan dokumen pemberitahuan pabean pemasukan barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat dengan dilampiri dokumen pemberitahuan impor barang dari Tempat Penimbunan Berikat dan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).
6)    Kantor Pabean di Kawasan Bebas menyimpan berkas dokumen pemberitahuan pabean pemasukan barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat sebagai arsip dan menyampaikan copy dokumen pemberitahuan pabean pemasukan barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat, dokumen pemberitahuan impor barang dari Tempat Penimbunan Berikat dan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) yang telah diberikan persetujuan masuk kepada Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat untuk rekonsiliasi.
7)    Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Gudang Berikat tidak menerima copy dokumen pemberitahuan pabean pemasukan barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat, dokumen pemberitahuan impor barang dari Tempat Penimbunan Berikat dan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) yang telah diberikan persetujuan masuk dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak barang dikeluarkan dari Gudang Berikat, Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat melakukan konfirmasi kepada Kantor Pabean yang mengawasi Kawasan Bebas.
8)    Apabila berdasarkan hasil konfirmasi tersebut butir (7) dapat diyakini bahwa barang dari Gudang Berikat tidak masuk ke Kawasan Bebas, Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat melakukan penagihan Bea Masuk dan PDRI yang terutang sesuai ketentuan perundangan.

PROSEDUR PEMASUKAN BARANG KE GUDANG BERIKAT

TATA CARA PEMASUKAN BARANG KE GUDANG BERIKAT
DARI KAWASAN BERIKAT/TOKO BEBAS BEA (TBB)/GUDANG BERIKAT LAIN

Pemasukan barang ke Gudang Berikat dari Kawasan Berikat/ Toko Bebas Bea/ GudangBerikat lainnya, dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :
1)   Pengusaha Gudang Berikat dan/atau PDGB atau kuasanya mengajukan dokumenpemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat PenimbunanBerikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya beserta dokumen kelengkapannya dari Kawasan Berikat/ Toko Bebas Bea/ Gudang Berikat lainnya kepadaPetugas Bea dan Cukai di pintu masuk Gudang Berikat.
2)   Petugas  Bea  dan  Cukai  di  pintu  masuk  Gudang Berikat  mencocokan dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari TempatPenimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya yang diterima dengan nomor peti kemas/kemasan dan identitas sarana pengangkut, serta memastikan keutuhan segel:
3)    Petugas Bea dan Cukai di Gudang Berikat yang mengawasi pemasukan barang melakukan pengawasan pembongkaran atau stripping dan penimbunan barang di Gudang Berikat.
4)    Dalam hal hasil pengawasan pembongkaran atau stripping menunjukan sesuai:
·         Petugas Bea dan Cukai yang mengawasi pemasukan barang menyerahkan dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya kepada Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Gudang Berikat.
·         Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Gudang Berikat menerima dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya dari Petugas Bea dan Cukai yang mengawasi pemasukan barang.
·         Berdasarkan dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya yang telah diberi catatan pemasukan, Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Gudang Berikat memberi persetujuan penimbunan pada dokumen.
·         Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Gudang Berikat menyerahkan satu
lembar dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dariTempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya kepada pengusaha Gudang Berikat untuk disimpan sebagai arsip.
5)    Pejabat Bea dan Cukai di Gudang Berikat mengirim kembali dokumen pemberitahuan pengeluaran barang untuk diangkut dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lainnya kepada Pejabat Bea dan Cukai pengawas Kawasan Berikat/ Toko Bebas Bea/ Gudang Berikat lain asal baranguntuk rekonsiliasi. 




TATA CARA PEMASUKAN BARANG DARI KAWASAN BEBAS YANG DILAKUKAN OLEH PENGUSAHA YANG TELAH MENDAPAT IZIN USAHA DARI BADAN PENGUSAHAAN KAWASAN DI KAWASAN BEBAS KE GUDANG BERIKAT

Pemasukan barang ke Gudang Berikat dari Kawasan Bebas yang dilakukan oleh
Pengusaha di Kawasan Bebas yang telah mendapat izin usaha dari Badan
Pengusahaan Kawasan Bebas dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:
1)    Pengusaha Gudang Berikat atau PDGB mengajukan permohonan pemasukan barang dari Kawasan Bebas ke Gudang Berikat kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat.
2)    Dalam hal disetujui, Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Gudang  Berikatmenerbitkan surat rekomendasi pemasukan barang dari Kawasan Bebas.
3)    Pengusaha Gudang Berikat atau PDGB menyampaikan surat rekomendasi dari Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat kepada Pengusaha di Kawasan Bebas yang telah mendapat izin usaha dari Badan Pengusahaan Kawasan Bebas yang akan mengirim barang.
4)    Pengusaha Gudang Berikat atau PDGB atau kuasanya mengajukan dokumen pemberitahuan pabean pengeluaran barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat kepada Petugas Bea dan Cukai di pintu masuk Gudang Berikat.
5)    Petugas  Bea  dan  Cukai  di  pintu  masuk  Gudang Berikat  mencocokkan  dokumen pemberitahuan pabean pengeluaran barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat yang diterima dengan nomor petikemas/kemasan dan identitas sarana pengangkut, serta memastikan keutuhan segel.
6)    Apabila sesuai, Petugas  Bea  dan  Cukai  di  pintu  masuk  Gudang Berikat membubuhkan cap “SELESAI MASUK” dan mencantumkan nama, tanda tangan, tanggal dan jam pemasukan pada dokumen pemberitahuan pabean pengeluaran barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat.
7)    Apabila tidak sesuai, Petugas Bea dan Cukai di  pintu  masuk  Gudang Berikat melakukan tindakan pengamanan dan melaporkan kepada Pejabat Bea dan Cukai atau unit pengawasan untuk penyelesaian lebih lanjut.
8)    Petugas Bea dan Cukai di Gudang Berikat yang mengawasi pemasukan barang melakukan pengawasan pembongkaran atau stripping dan penimbunan barang di Gudang Berikat.
9)    Dalam hal hasil pengawasan pembongkaran atau stripping menunjukkan sesuai:
a)    Petugas Bea dan Cukai yang mengawasi pemasukan barang memberikan catatan tentang pemasukan barang yang meliputi hasil pengawasan pembongkaran atau stripping, dan hal-hal lain tentang pemasukan barang dan menyerahkannya kepada Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Gudang Berikat.
b)    Berdasarkan dokumen pemberitahuan pabean pengeluaran barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat yang telah diberi catatan  pemasukan, Pejabat Bea dan Cukai  yang mengawasi Gudang Berikat member persetujuan penimbunan pada dokumen.
10) Dalam hal hasil pengawasan pembongkaran atau stripping menunjukan tidak sesuai, Petugas Bea dan Cukai melakukan tindakan pengamanan dan melaporkan kepada Pejabat Bea dan Cukai atau unit pengawasan untuk penyelesaian lebih lanjut. 
11) Pejabat Bea dan Cukai di Gudang Berikat menyimpan berkas dokumen pemberitahuan pabean pengeluaran barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat sebagai arsip dan menyampaikan copy dokumen pemberitahuan pabean pengeluaran barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat, yang telah diberikan persetujuan masuk kepada Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Kawasan Bebas untuk rekonsiliasi.
12) Dalam hal Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Kawasan Bebas tidak menerima copy dokumen pemberitahuan pabean pengeluaran barang dari Kawasan Bebas ke Tempat Penimbunan Berikat, yang telah diberikan persetujuan masuk dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak barang dikeluarkan dari Kawasan Bebas, Kantor Pabean yang mengawasi Kawasan Bebas meminta konfirmasi kepada Kantor Pabean yang mengawasi Gudang Berikat.
13) Apabila berdasarkan hasil konfirmasi tersebut butir (15) dapat diyakini bahwa barang dari Kawasan Bebas tidak masuk ke Gudang Berikat, Kantor Pabean yang mengawasi Kawasan Bebas melakukan penagihan Bea Masuk dan PDRI yang terutang sesuai ketentuan perundangan.

FORMAT BENTUK SURAT DAN LAPORAN MENGENAI GUDANG BERIKAT

BENTUK FORMAT SURAT / DOKUMEN MENGENAI GUDANG BERIKAT
SESUAI DENGAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR PER- 50/BC/2011 TENTANG GUDANG BERIKAT














FORMAT REKAPITULASI BULANAN
I.                    LAPORAN POSISI BARANG  PER DOKUMEN PABEAN GUDANG BERIKAT
II.                 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN MUTASI BARANG


Tuesday, 9 December 2014

PERATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP MENGENAI GUDANG BERIKAT



KETENTUAN PERALIHAN DAN PENUTUP
Pasal 46
1)    Terhadap permohonan yang diterima oleh Direktur Jenderal sebelum berlakunya Peraturan Direktur Jenderal ini, prosespenyelesaiannya dilakukan berdasarkan Keputusan DirekturJenderal Nomor KEP-09/BC/1997 tentang Tata Cara PendirianDan Tata Laksana Pemasukan Dan Pengeluaran Barang KeDan Dari Gudang Berikat sebagaimana telah beberapa kalidiubah terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal KEP03/BC/2000.
2)    Pada saat Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku,Keputusan Direktur Jenderal Nomor KEP-09/BC/1997 tentangTata Cara Pendirian Dan Tata Laksana Pemasukan DanPengeluaran Barang Ke Dan Dari Gudang Berikat sebagaimanatelah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan DirekturJenderal KEP-03/BC/2000, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

·         Dengan memperhatikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/PMK.04/2011
tentang Gudang Berikat dengan ini kami mengajukan permohonan penetapan
tempat dan pemberian izin sebagai Penyelenggara/Pengusaha *) Gudang Berikat,
dengan bentuk Gudang Berikat : ....*)
Gudang Berikat pendukung kegiatan industri;
Gudang Berikat pusat distribusi khusus Toko Bebas Bea; atau
Gudang Berikat transit.

·         Kesiapan mendayagunakan teknologi informasi untuk pengelolaan pemasukan dan pengeluaran barang yang dapat diakses untuk kepentingan pemeriksaanoleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (kecuali izin Penyelenggara GudangBerikat);
·         Kesiapan menyelenggarakan pembukuan mengenai pemasukan danpengeluaran barang ke dan dari Gudang Berikat serta pemindahan barangdalam Gudang Berikat berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia;

Dokumen terkait lainnya:
·         Surat Pernyataan bermaterai yang menyatakan jenis barang impor yangakan ditimbun dalam Gudang Berikat **);
·         Daftar perusahaan tujuan distribusi barang-barang yang ditimbun diGudang Berikat disertai dengan:
1)    Kontrak kerjasama dengan perusahaan tujuan distribusi dan surat izin usaha industri atau izin Kawasan Berikat untuk Gudang Berikatpendukung kegiatan industri; atau
2)    Kontrak kerjasama dengan Toko Bebas Bea tujuan distribusi dan izinToko Bebas Bea untuk Gudang Berikat Pusat Distribusi Toko BebasBea **);